Kunjungi Dua Museum di Surabaya, Anggota DPR RI Reni Astuti Serukan Penguatan Peran Museum bagi Generasi Muda

Surabaya โ€” Anggota DPR RI Komisi X, Reni Astuti, melakukan kunjungan kerja ke dua museum penting di Surabaya pada hari ini: Museum 10 Nopember (masuk area pukul 13.00) dan dilanjutkan ke Museum HOS Tjokroaminoto (pukul 14.00). Kunjungan ini bertujuan melihat langsung pengelolaan koleksi, upaya pelestarian nilai sejarah, serta potensi museum sebagai sarana edukasi dan pemacu ekonomi lokal.

โ€œKunjungan ke Museum 10 Nopember menunjukkan bahwa museum memiliki peran penting agar anak-anak dan generasi muda memahami sejarah perjuangan 10 Novemberโ€”nilai-nilai heroik, semangat, dan protagonisme para pahlawanโ€”yang hanya bisa ditemui ketika mereka melihat langsung bukti-bukti sejarah di museum,โ€ ujar Reni Astuti saat meninjau Museum 10 Nopember. Beliau mendorong agar museum menjadi ruang dialog bagi generasi muda dengan membuka kesempatan bagi mereka memberikan masukan dan ide-ide inovatif yang kemudian dapat direalisasikan, sehingga museum lebih relevan dan diminati sesuai perkembangan zaman.

Dalam kunjungannya, Reni juga menyerukan perlunya mekanisme penghargaan dari Kementerian Kebudayaan bagi daerah yang serius menghidupkan museum. Menurutnya, penilaian dan insentif semacam itu bisa memacu semangat daerah untuk memperbaiki konsep tampilan museum, menonjolkan nilai-nilai sejarah, serta meningkatkan angka kunjungan sebagai tolok ukur keberhasilan pengelolaan.

โ€œPerlu ada indikator yang jelas: bagaimana konsep museum menarik, bagaimana nilai sejarah tertampilkan, dan bagaimana kunjungan masyarakat meningkat. Jika daerah menunjukkan komitmen nyata, penghargaan dari kementerian akan menjadi stimulus yang tepat,โ€ tambah Reni.

Saat meninjau Museum HOS Tjokroaminoto, Reni menekankan bahwa posisi Surabaya sebagai Kota Pahlawan menjadikan kota ini kaya akan cagar budaya. Namun demikian, ia mengingatkan perlunya keseimbangan antara pelestarian cagar budaya dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

โ€œKita harus mencari formula agar pelestarian cagar budaya tidak menghambat pertumbuhan ekonomi, melainkan menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokalโ€”misalnya melalui pariwisata budaya, kegiatan edukasi, dan program kreatif yang melibatkan pelaku usaha setempat,โ€ jelas Reni.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya Komisi X untuk memetakan kondisi lapangan terkait peran museum dalam pendidikan sejarah, kebudayaan, dan ekonomi kreatif. Reni berharap rekomendasi hasil kunjungan akan menjadi bahan penguatan kebijakan di tingkat pusat dan daerah untuk mengoptimalkan fungsi museum sebagai sumber pembelajaran dan penggerak ekonomi berbasis budaya.

Similar Posts

Translate ยป
error: Content is protected !!