Museum Sepuluh Nopember Ikut Meriahkan Pameran “Lintas Masa Peradaban Bangsa” di Tulungagung

Museum Sepuluh Nopember Hadir di Pameran “Lintas Masa Peradaban Bangsa” Tulungagung

Museum Sepuluh Nopember Surabaya kembali berkesempatan berbagi semangat perjuangan dengan masyarakat Jawa Timur. Kali ini, tim museum ikut berpartisipasi dalam Pameran “Lintas Masa Peradaban Bangsa” pada tanggal 21-23 Oktober 2025 yang digelar di Museum Daerah Kabupaten Tulungagung.

Pameran yang dibuka langsung oleh Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. ini menghadirkan berbagai museum dari luar Tulungagung serta komunitas pegiat budaya setempat. Suasana pembukaan berlangsung meriah, penuh semangat kolaborasi dan kecintaan terhadap sejarah dan budaya bangsa.

Setelah membuka acara, Bupati meninjau satu per satu stan peserta. Saat berkunjung ke stan Museum Sepuluh Nopember, beliau menerima kenang-kenangan berupa blangkon khas Surabaya yang langsung dikenakan hingga acara berakhir — menjadi simbol hangatnya persahabatan antara Surabaya dan Tulungagung.

Museum Sepuluh Nopember hadir menampilkan ragam informasi seputar Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya serta koleksi replika dan dokumentasi perjuangan para pahlawan bangsa. Di kesempatan kali ini, Museum Sepuluh Nopember mengangkat 3 tokoh yang memegang peranan penting pada saat pertempuran Sepuluh Nopember, yakni Bu Dar Mortir, Bung Tomo dan Hario Kecik. Antusiasme pengunjung terlihat tinggi, terutama saat mengenal lebih dekat semangat perjuangan arek-arek Suroboyo melalui materi pameran yang disajikan.

Selain Museum Sepuluh Nopember, acara ini juga diikuti oleh berbagai museum lainnya seperti Museum Keraton Sumenep, Museum Airlangga Kediri, Museum FIB Unair, Museum Singhasari, dan Museum Desa Tenggarejo. Sementara dari sisi komunitas budaya, hadir pula Tim Ahli Cagar Budaya Tulungagung, Mustika Antika Jaya, Komunitas Asta Gayatri, dan Komunitas Aji Nyawiji.

Mengusung tema “Lintas Masa Peradaban Bangsa”, pameran ini menjadi ruang pertemuan berharga untuk saling berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring antar museum, serta meneguhkan semangat pelestarian budaya di Jawa Timur.

Bagi Museum Sepuluh Nopember, keikutsertaan ini bukan sekadar pameran, tetapi juga wujud nyata dalam menjaga ingatan kolektif bangsa agar semangat kepahlawanan terus hidup lintas generasi.

Similar Posts

Translate »
error: Content is protected !!