|

Musso dan Lingkar Pergerakan di Rumah H.O.S Tjokroaminoto

 

Musso merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia yang pernah berada dalam lingkar intelektual dan politik awal para pendiri bangsa. Sosoknya dikenal bertubuh gempal dengan paras kukuh, berani, serta memiliki kemampuan berbicara yang kuat dan lugas. Gaya bahasanya yang agitatif menjadikan Musso figur yang mudah menarik perhatian, bahkan sempat membuat Soekarno muda merasa kagum.

Bernama lengkap Munawar Musso, ia lahir pada tahun 1897 di Pegu, Kediri. Dalam perjalanan hidupnya, Musso memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh besar pergerakan, seperti H.O.S Tjokroaminoto, Soekarno, dan Tan Malaka. Kedekatan ini menempatkan Musso sebagai bagian dari generasi awal yang turut membentuk dinamika pemikiran politik di Indonesia pada awal abad ke-20.

Musso di Rumah Tjokroaminoto: Ruang Belajar dan Disiplin

Ketika H.O.S Tjokroaminoto pindah dan menetap di kawasan Plampitan, Surabaya, Musso ikut tinggal dan “mondok” di rumah tersebut. Rumah Tjokroaminoto pada masa itu dikenal sebagai tempat berkumpulnya para pemuda, intelektual, dan aktivis pergerakan. Di ruang inilah gagasan-gagasan kebangsaan, sosialisme, dan keadilan sosial diperdebatkan secara intens.

Hubungan Musso dengan anak-anak Tjokroaminoto terjalin sangat dekat, layaknya seorang kakak terhadap adik-adiknya. Kedekatan serupa juga dirasakan oleh Soekarno muda yang sama-sama tinggal di rumah tersebut. Kepercayaan keluarga Tjokroaminoto kepada Musso begitu besar, hingga ia diberi kewenangan oleh Pak Tjokro dan Ibu Soeharsikin untuk menegur, bahkan menghukum, anak-anak jika melakukan kenakalan yang dianggap melampaui batas kewajaran.

Kehadiran Musso di rumah Tjokroaminoto menunjukkan bahwa tempat tersebut bukan sekadar hunian, melainkan ruang pembentukan karakter, disiplin, dan kesadaran politik. Dari lingkungan inilah lahir berbagai tokoh dengan jalan perjuangannya masing-masing, termasuk Musso yang kelak dikenal luas dalam sejarah pergerakan kiri di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

51 − = 46
Powered by MathCaptcha

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 83 = 93
Powered by MathCaptcha

error: Content is protected !!