|

Sehari Jadi Pejuang: 106 Siswa SDN Dukuh Kupang 3 Surabaya Jelajahi Museum Sepuluh Nopember

Pengalaman Belajar Sejarah yang “Hidup” di Museum Sepuluh Nopember

Sebanyak 106 siswa kelas 5 dan 6 dari SDN Dukuh Kupang 3 Surabaya mengikuti kegiatan KTS bertajuk “Sehari Jadi Pejuang: Jelajah Seru Museum 10 Nopember” pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Ibu Ika sebagai bagian dari pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual dan interaktif.

Bertempat di Museum Sepuluh Nopember, para siswa diajak untuk tidak hanya membaca sejarah, tetapi juga merasakan langsung atmosfer perjuangan bangsa.

Melihat Langsung Bukti Pertempuran Surabaya

Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan di dalam kelas. Para siswa dapat melihat secara langsung berbagai koleksi bersejarah, mulai dari senjata, pakaian pejuang, hingga mendengarkan rekaman suara asli Bung Tomo yang menjadi simbol semangat perjuangan arek-arek Suroboyo.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah bambu runcing. Benda sederhana ini menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia. Ketika dibandingkan dengan senjata modern milik sekutu, terlihat kontras yang begitu nyata.

Dari sini, siswa belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk memperjuangkan kebenaran. Keberanian lahir dari niat dan tekad, bukan dari kelengkapan fasilitas semata.

Menanamkan Nilai Kepahlawanan Sejak Dini

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan sejarah, tetapi juga nilai-nilai penting seperti keberanian, kerja keras, dan pantang menyerah.

Pengalaman langsung di museum diharapkan mampu menumbuhkan rasa hormat dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Nilai-nilai tersebut kemudian diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dari Museum ke Karya: Siswa Susun Kliping Sejarah

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, para siswa akan membuat kliping yang merangkum pengalaman mereka selama berada di museum.

Kliping tersebut tidak hanya berisi fakta sejarah, tetapi juga refleksi personal tentang apa yang mereka rasakan selama kunjungan. Hasilnya kemudian akan dipresentasikan di depan kelas, sehingga memperkuat pemahaman sekaligus melatih kemampuan komunikasi siswa.

Museum sebagai Ruang Edukasi Interaktif

Kegiatan “Sehari Jadi Pejuang” menjadi bukti bahwa museum dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan bermakna. Dengan pendekatan yang lebih interaktif, sejarah tidak lagi terasa sebagai hafalan, melainkan pengalaman yang membekas.

Museum 10 Nopember terus berkomitmen untuk menghadirkan program edukatif yang mampu menghidupkan kembali semangat perjuangan bagi generasi muda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!