Museum Sepuluh Nopember Jadi Ruang Kreatif, Siswa DKV SMK Negeri 2 Tuban Dalami Literasi Visual

Museum Sepuluh Nopember kembali menjadi ruang belajar inspiratif bagi generasi muda. Kali ini, sebanyak 32 siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dari SMK Negeri 2 Tuban melaksanakan kegiatan outing class bertema literasi yang dipandu langsung oleh Bapak Mochamad Arifin selaku Waka Kesiswaan.
Kunjungan ini tidak sekadar wisata sejarah, melainkan bagian dari penguatan literasi visual dan budaya yang relevan dengan kompetensi siswa DKV. Museum Sepuluh Nopember menjadi sumber belajar yang kaya akan referensi visual, mulai dari artefak, foto dokumentasi autentik, hingga diorama yang menggambarkan peristiwa heroik Pertempuran Surabaya.
Museum sebagai Laboratorium Literasi Visual
Bagi siswa DKV, museum bukan hanya tempat melihat masa lalu, tetapi juga ruang eksplorasi ide dan kreativitas. Mereka mempelajari bagaimana informasi sejarah yang kompleks dapat disajikan secara visual agar mudah dipahami oleh publik.
Melalui pengamatan langsung, siswa mendapatkan wawasan tentang Penyusunan alur cerita sejarah secara visual, Penggunaan elemen desain seperti tipografi pada papan informasi, Tata letak ruang yang mendukung pengalaman pengunjung, Strategi komunikasi visual dalam menyampaikan pesan sejarah
Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar kontekstual yang tidak didapatkan di dalam kelas.
Mengasah Kreativitas dan Kepekaan Visual
Selama kunjungan, siswa juga diajak untuk mengasah kemampuan teknis mereka. Mulai dari teknik pengambilan foto objek sejarah hingga membuat sketsa sebagai bahan pengembangan karya desain.
Hasil observasi ini nantinya dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif seperti Poster bertema patriotisme, Video pendek sejarah, Animasi edukatif, Aset desain grafis berbasis sejarah.
Dengan demikian, pemahaman sejarah tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi juga diolah menjadi karya visual yang memiliki nilai dan makna.
Komitmen Museum sebagai Ruang Edukasi Interaktif
Museum Sepuluh Nopember terus berkomitmen menjadi ruang edukasi yang interaktif dan relevan bagi berbagai kalangan, termasuk pelajar vokasi. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu memperkuat literasi sejarah sekaligus mendorong kreativitas generasi muda dalam menginterpretasikan nilai-nilai perjuangan melalui media visual.
