Foto Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (Anak Kos)

Foto S.M. Kartosuwiryo (Anak Kos )
Foto S.M. Kartosuwiryo (Anak Kos )

Jenis Koleksi: REPLIKA FOTO

Anak bumiputera berstatus sosial tinggi. Ayahnya, Kartosoewirjo senior, berasal dari kalangan priayi dan menjabat mantri candu pemerintah Hindia Belanda. Orang tuanya menghendaki Kartosoewirjo jadi dokter, maka pada 1925 ia berangkat ke Indische Artsen School atau Sekolah Kedokteran Hindia Belanda di Surabaya. Pada tahun-tahun itulah Kartosoewirjo mulai aktif di Jong Islamieten Bond Surabaya. Ia lekas naik jadi ketua di organisasi sempalan Jong Java yang lebih radikal dan religius itu. Karena berada di kelompok garis keras, Kartosoewirjo pun masuk radar pemerintah Hindia Belanda. 

Akhirnya, pada 1927, ia di depak pemerintah kolonial dari Sekolah Kedokteran setelah kedapatan menyimpan buku-buku komunisme. Buku-buku itu ia peroleh dari pamannya, Mas Marco Kartodikromo, yang gemar mengkritik pemerintah Hindia Belanda, khususnya penasihat Gubernur Jenderal Urusan Bumiputra Douwe Adolf Rinkes. Setelah diberangus pemerintah itu, Kartosoewirjo beralih ke Tjokroaminoto, yang dikenal dekat dengan Rinkes. 

Kartosoewirjo pun akhirnya mondok di rumah H.O.S Tjokroaminoto. Tjokro pun menerimanya. Tjokro dan Kartosoewirjo cepat klop barangkali karena keduanya memiliki kemiripan. Pengetahuan Islam mereka pun boleh jadi sama-sama didapat dari buku-buku berbahasa asing yang sebenarnya kurang ideal sebagai sumber belajar agama.Kartosoewirjo kembali aktif di politik lewat Partai Sarekat Islam. Ia terpilih sebagai sekretaris umum.

Similar Posts

error: Content is protected !!