Jejak Pendidikan Soekarno di Surabaya: Dari ELS hingga HBS

Jenis Koleksi: REPLIKA FOTO
Surabaya memiliki peran penting dalam perjalanan pendidikan dan pembentukan karakter Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia. Melalui pendidikan modern yang ia tempuh sejak usia muda, Soekarno tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga kesadaran kebangsaan yang kelak mengantarkannya menjadi tokoh utama pergerakan nasional.
Ayah Soekarno dikenal sebagai sosok yang sangat menekankan pentingnya pendidikan. Pada usia sekitar 10 tahun, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1911. Bersekolah di ELS merupakan tantangan besar bagi pribumi, baik dari sisi akademik maupun sosial. Namun, dengan ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, Soekarno berhasil menyelesaikan pendidikan dasarnya pada tahun 1916. Kelulusan dari ELS menjadi tonggak awal yang membuka jalan menuju pendidikan menengah dan kariernya di masa depan.
Masa Sekolah di HBS dan Peran Surabaya dalam Pembentukan Pemikiran Soekarno
Setelah lulus dari ELS, Soekarno melanjutkan pendidikan ke Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya. Di kota inilah Soekarno tinggal indekos di rumah H.O.S Tjokroaminoto, tokoh Sarekat Islam yang berpengaruh besar dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia. Lingkungan rumah Tjokroaminoto menjadi ruang belajar yang penting bagi Soekarno, tempat ia berinteraksi dengan para tokoh pergerakan dan menyerap gagasan-gagasan kebangsaan.
Saat mendaftar ke HBS, Soekarno diantar langsung oleh H.O.S Tjokroaminoto. Pendidikan di HBS menuntut kedisiplinan tinggi serta biaya yang tidak sedikit, sehingga Soekarno belajar hidup hemat dan mandiri. Berbagai mata pelajaran dipelajari, mulai dari matematika, ilmu alam, sejarah, geografi, hingga bahasa asing seperti Belanda, Inggris, Prancis, dan Jerman. Pengalaman pendidikan ini memperluas wawasan Soekarno sekaligus membentuk cara berpikir kritisnya.
Pada tahun 1920, Soekarno dinyatakan lulus dari HBS. Dari Surabaya, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng, yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). Jejak pendidikan di Surabaya inilah yang menjadi fondasi penting lahirnya pemimpin besar bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan