Patung WR. Supratman
Jenis Koleksi: Beton/cor
Jenis Koleksi: Beton/cor
Jenis Koleksi: Kayu Di ruang koleksi Museum WR Soepratman, tersimpan sebuah artefak simbolik yang selalu menarik perhatian pengunjung: Replika Biola W.R. Soepratman. Meski berupa replika, benda ini merepresentasikan instrumen bersejarah yang pernah mengalunkan lagu “Indonesia Raya” untuk pertama kalinya di hadapan para pemuda Indonesia. Biola adalah saksi bisu keberanian musikal Wage Rudolf Soepratman dalam menyuarakan…
Jenis Koleksi: Kayu Deskripsi: Warna dipan coklat plitur dengan alas bambu membujur dari ujung ke ujung. Warna bambu coklat muda. Mempunyai empat kaki dari setiap sudut siku.
Jenis Koleksi: Kain Di antara koleksi yang menyentuh sisi personal seorang tokoh, replika pakaian W.R. Soepratman menghadirkan kedekatan yang berbeda. Bukan sekadar busana, tetapi representasi visual tentang bagaimana seorang komponis dan pejuang bangsa menampilkan dirinya di ruang publik. Di Rumah Wafat Wage Rudolf Soepratman Surabaya, replika ini menjadi medium interpretasi untuk memahami karakter, sikap, dan…
Jenis Koleksi: Foto Di Museum WR Soepratman, terpajang Foto Silsilah Wage Rudolf Soepratman yang menampilkan garis keturunan dan jejaring keluarga sang pencipta “Indonesia Raya”. Koleksi ini membantu pengunjung memahami bahwa seorang pahlawan nasional lahir dari lingkungan keluarga, nilai-nilai, dan tradisi yang membentuk karakter serta pandangan hidupnya. Melalui foto silsilah ini, pengunjung dapat menelusuri latar belakang…
Jenis Koleksi: Foto Deskripsi: Repro foto dalam bingkai pigora
Jenis Koleksi: Foto Deskripsi: Repro foto dalam bingkai pigora
Jenis Koleksi: Foto Deskripsi: Repro foto dalam bingkai pigora
Jenis Koleksi: Foto Museum WR Soepratman menyimpan dokumentasi penting berupa foto teks lagu “Indonesia Raya” dalam terbitan koran Sin Po tahun 1928. Lembaran ini menjadi bukti konkret bagaimana sebuah lagu perjuangan tidak hanya diperdengarkan, tetapi juga disebarluaskan melalui media cetak. Sebelumnya, “Indonesia Raya” pertama kali diperdengarkan pada peristiwa bersejarah Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober…