|

Eksplorasi Sensorik Anak Usia Dini di Museum Sepuluh Nopember Surabaya

Belajar Sejarah Lewat Pancaindra Sejak Dini

Museum Sepuluh Nopember Surabaya menjadi ruang belajar yang ramah anak bagi peserta didik usia dini. Pada Sabtu, 7 Februari 2026, rombongan RA Perwanida Sukodono, Sidoarjo, melakukan kunjungan edukatif dengan fokus pada eksplorasi sensorik untuk mengenalkan konsep sejarah melalui aktivitas meraba, melihat, dan mendengar.

Rombongan ini dipimpin oleh Ibu Zumrous Sa’da selaku guru RA Perwanida Sukodono. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung, anak-anak diajak mengenal sejarah dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Museum Sepuluh Nopember sebagai Media Eksplorasi Sensorik

Museum Sepuluh Nopember dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena mampu menghadirkan pengalaman multisensori yang tidak dapat diperoleh melalui buku pelajaran. Anak-anak dapat melihat langsung senjata, seragam pejuang, serta diorama peristiwa sejarah yang ditampilkan secara visual dan berwarna-warni.

Pengalaman melihat koleksi asli membantu anak memahami bahwa pernah terjadi peristiwa besar di kota Surabaya, tanpa harus menerima penjelasan sejarah yang kompleks.

Meraba, Mendengar, dan Merasakan Sejarah

Selain pengamatan visual, anak-anak juga diajak merasakan tekstur dinding monumen dan beberapa elemen koleksi yang aman disentuh. Aktivitas ini menciptakan koneksi fisik antara anak dan sejarah, sehingga pembelajaran terasa lebih nyata.

Melalui audio diorama, anak-anak mendengarkan rekaman pidato Bung Tomo serta ilustrasi bunyi suasana perjuangan. Suara-suara tersebut memberikan gambaran tentang suasana masa lalu dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak usia dini.

Menumbuhkan Ketertarikan Sejarah Sejak Usia Dini

Ibu Zumrous Sa’da menyampaikan bahwa pembelajaran melalui eksplorasi sensorik di Museum Sepuluh Nopember memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi anak-anak. Dengan merasakan langsung melalui pancaindra, anak dapat mengenal sejarah sebagai cerita yang dekat dengan kehidupan mereka.

Museum Sepuluh Nopember Surabaya terus berkomitmen menjadi ruang edukasi inklusif yang mendukung pembelajaran kreatif dan kontekstual bagi semua jenjang usia, termasuk pendidikan anak usia dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + 1 =
Powered by MathCaptcha

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

54 − = 51
Powered by MathCaptcha

error: Content is protected !!