Foto Museum Samanhoedi, Solo

Foto Museum Samanhudi, Solo
Foto Museum Samanhoedi, Solo

Jenis Koleksi:

Kiprah dari pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI) saat ini tergambar di Museum Samanhoedi yang terletak di sebuah bangunan bekas pabrik batik milik warga yang disewa sebagai museum di Kampung Laweyan Solo. Berdiri tegak di pinggir Jalan Dr. Radjiman, Sondakan, Surakarta, rumah yang tak terawat itu milik K. H. Samanhoedi. Saudagar batik asal Solo itu adalah pahlawan nasional dan pendiri Sarekat Islam,salah satu organisasi pergerakan pertama yang mencita-citakan kemerdekaan Hindia. Rumah plus pabrik kain batik milik Samanhoedi memiliki luas sekitar setengah lapangan sepak bola. Bagian belakang bangunan yang tadinya pabrik kini beralih fungsi menjadi gedung olahraga. “Pintu, jendela, dan sebagian besar rumah masih asli.” Dari rumah tua itulah Samanhoedi mengagas Sarekat Islam. 

Organisasi ini secara resmi terdaftar oleh pemerintah di Solo pada 11 November 1911. Kelahiran Sarekat Islam dipicu oleh persaingan dagang batik antara pedagang bumiputra dan pedagang Tionghoa, yang merasa setingkat dengan orang Belanda “Ini akibat berhasilnya Revolusi Cina tahun 1911 dan pedagang Tionghoa mulai menganggap rendah pedagang pribumi.” (Sumber: Seri Buku Tempo Bapak Bangsa)

Similar Posts

error: Content is protected !!