Kunjungan Edukatif Keluarga dari Sidoarjo ke Museum 10 Nopember

Museum Sepuluh Nopember kembali menjadi ruang belajar sejarah yang bermakna bagi masyarakat. Pada 1 Februari 2026, Museum Sepuluh Nopember menerima kunjungan edukatif dari Ibu Puji Kartini, warga Sidoarjo, yang datang bersama suami, anak, serta keponakannya asal Gresik. Kunjungan ini menjadi pengalaman pertama mereka mengenal Museum Sepuluh Nopember secara langsung.
Kunjungan keluarga ini dilandasi keinginan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air sejak dini kepada anak-anak. Ibu Puji Kartini memandang museum bukan sekadar bangunan penyimpan benda bersejarah, melainkan sebagai “mesin waktu” yang mampu membawa pengunjung kembali ke momen-momen paling menentukan dalam sejarah perjuangan Kota Surabaya, khususnya peristiwa heroik 10 November 1945.
Selama berada di Museum Sepuluh Nopember, keluarga Ibu Puji Kartini mengikuti alur pameran yang menyajikan koleksi sejarah secara kronologis dan naratif. Beragam artefak perjuangan, dokumentasi, serta cerita para pejuang disajikan secara informatif dan mudah dipahami, sehingga anak-anak dapat belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.

Mereka mendapatkan pengalaman baru saat menjelajah Museum Sepuluh Nopember yang dirancang berada di ruang bawah tanah. Desain arsitektur ini dipilih agar pandangan Tugu Pahlawan yang menjulang sebagai simbol utama perjuangan arek-arek Suroboyo. Konsep ini memberikan pengalaman ruang yang berbeda sekaligus memperkuat nilai simbolik kawasan bersejarah Tugu Pahlawan.
Melalui kunjungan seperti ini, Museum Sepuluh Nopember terus berkomitmen menjadi ruang edukasi sejarah bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat luas, serta berperan aktif dalam menumbuhkan kesadaran sejarah, nasionalisme, dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan.

Tinggalkan Balasan