Museum 10 Nopember Jadi Ruang Belajar Interaktif bagi 201 Siswa SD Aisyiyah Nganjuk
Museum 10 Nopember Surabaya kembali menjadi ruang belajar luar kelas yang menyenangkan bagi pelajar. Pada Selasa, 3 Februari 2026, sebanyak 201 siswa SD Aisyiyah Nganjuk yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Bapak Aan Harianto, melaksanakan kegiatan belajar sambil bermain di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke museum.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa dengan cara yang lebih kontekstual dan imajinatif. Melalui pengamatan langsung terhadap koleksi museum seperti radio perjuangan, pakaian pahlawan, hingga senjata tradisional dan militer, para siswa tidak hanya menghafal tahun peristiwa, tetapi diajak untuk “bermain peran” dengan membayangkan posisi para pejuang saat mempertahankan kemerdekaan Surabaya.

Menurut rombongan sekolah, pengalaman belajar di Museum 10 Nopember memberikan kesan yang sangat positif. Bagi sebagian besar siswa, kunjungan ini merupakan pengalaman pertama ke museum. Anak-anak tampak antusias karena dapat memahami perbedaan teknologi militer masa lalu, sekaligus menyadari besarnya keberanian para pejuang Surabaya yang berjuang dengan peralatan seadanya.
Selain itu, penyajian informasi secara visual membantu siswa memahami kronologi peristiwa, mulai dari masa sebelum pertempuran hingga puncak peristiwa 10 November 1945, tidak hanya melalui teks, tetapi melalui alur cerita ruang pamer yang runtut dan interaktif.
Museum 10 Nopember tidak sekadar menampilkan benda bersejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar sambil bermain yang mengajak pengunjung untuk berinteraksi, bereksplorasi, dan menumbuhkan empati terhadap nilai perjuangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap sejarah sejak usia dini serta menjadikan museum sebagai ruang belajar yang hidup dan menyenangkan.

Tinggalkan Balasan