Implementasikan Filsafat Ilmu, Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga Kunjungi Museum Pendidikan Surabaya

Sekelompok mahasiswa jurusan Ilmu Politik dari Universitas Airlangga mengunjungi Museum Pendidikan Surabaya untuk mengerjakan tugas mata kuliah filsafat ilmu. Chelsea yang merupakan salah satu mahasiswi menjelaskan bahwa mereka diminta menghubungkan filsafat ilmu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya.
Dari berbagai pilihan lokasi observasi, Museum Pendidikan Surabaya dianggap paling relevan dan mudah dipahami bagi mereka. Kunjungan ini menjadi cara mereka untuk mengimplementasikan konsep filsafat ilmu dengan topik IPTEK dan budaya secara langsung.
Di Museum Pendidikan Surabaya, Chelsea dan rekan-rekannya dapat menelusuri perkembangan IPTEK sejak masa pra-aksara hingga era kemerdekaan. Salah satu contoh yang menarik perhatian mereka yakni batu sabak. Dahulu, batu sabak digunakan sebagai media tulis siswa di sekolah. Kini, perannya sudah tergantikan dengan teknologi modern seperti tablet atau iPad. Perbandingan ini menunjukkan transformasi teknologi pendidikan dari alat sederhana menuju perangkat digital modern.
Output tugas Chelsea dan rekan-rekannya berupa presentasi PowerPoint dan presentasi. Namun menurut Chelsea dan rekan-rekannya, topik ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh.
Karena dinilai relevan dan menarik, mereka mempertimbangkan untuk mengolahnya menjadi artikel ilmiah. Hal ini membuktikan bahwa kunjungan ke Museum Pendidikan Surabaya tidak hanya sekedar memenuhi tugas, namun juga membuka peluang penelitian akademik.
Selain banyaknya informasi, Museum Pendidikan Surabaya juga memberikan kesan positif bagi mereka. Chelsea dan rekan-rekannya menilai bahwa museum ini aesthetic, instagramable dan memiliki banyak koleksi yang tertata rapi. Pemandu museum juga dinilai ramah, tidak kaku dan menjelaskan materi dengan jelas.
Kunjungan ini menunjukkan bahwa Museum Pendidikan Surabaya menjadi ruang belajar relevan bagi mahasiswa. Melalui koleksi yang dipamerkan dan penjelasan pemandu yang menjelaskan materi dengan jelas, mahasiswa dapat dengan mudah memahami bagaimana IPTEK dan budaya saling berkaitan dan membentuk perkembangan pendidikan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan