|

Study Tour Santri SMA Lenterahati Lombok di Museum Sepuluh Nopember: Menelusuri Jejak Ulama dan Resolusi Jihad

Pada 13 Februari 2026, sebanyak 42 siswa SMA Lenterahati Islamic Boarding School Lombok, Nusa Tenggara Barat, bersama guru pendamping Bu Yulian melaksanakan kegiatan study tour bertema “Jejak Santri dan Ulama dalam Pertempuran” di Museum Sepuluh Nopember, Surabaya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah berbasis Islamic boarding. Bagi SMA Lenterahati, sejarah perjuangan Surabaya bukan sekadar narasi pertempuran, melainkan juga ruang refleksi spiritual dan pembentukan karakter santri.

Menguatkan Identitas Santri Melalui Sejarah

Museum Sepuluh Nopember dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai perjuangan yang sejalan dengan pendidikan pesantren. Salah satu peristiwa penting yang menjadi perhatian para siswa adalah lahirnya Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari pada Oktober 1945.

Resolusi Jihad menjadi tonggak penting dalam menggerakkan perlawanan rakyat Surabaya melawan penjajah. Bagi para santri, memahami bahwa kemerdekaan Indonesia diperjuangkan dengan semangat takbir dan fatwa ulama merupakan bagian penting dari identitas sejarah dan keislaman mereka.

Di ruang-ruang diorama museum, para siswa diajak menelusuri bagaimana peran pesantren dan tokoh-tokoh Islam turut menggerakkan massa dalam pertempuran 10 November 1945. Narasi ini memperkaya pemahaman bahwa perjuangan kemerdekaan tidak terlepas dari kontribusi ulama dan komunitas santri.

Menghidupkan Semangat Nasionalisme dan Tauhid

Momen yang paling membekas bagi para siswa adalah saat mendengarkan rekaman pidato Bung Tomo yang penuh semangat, dengan pekikan “Allahu Akbar” yang selalu mengiringi seruannya. Seruan tersebut menjadi jembatan yang menyatukan nasionalisme dan keyakinan tauhid para pejuang.

Melalui pengalaman ini, para santri tidak hanya belajar sejarah secara kognitif, tetapi juga merasakan atmosfer perjuangan yang sarat nilai spiritual.

Belajar Kemandirian dan Keteladanan Pahlawan

Sebagai sekolah yang menekankan kemandirian dan kedisiplinan, SMA Lenterahati memandang kunjungan ini sebagai sarana pembentukan karakter. Di museum, siswa dapat melihat bukti nyata pengorbanan dan keberanian para pahlawan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kisah perjuangan di Surabaya menjadi refleksi bahwa keberanian, persatuan, serta keteguhan iman merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang tangguh.

Museum sebagai Ruang Edukasi Karakter

Museum Sepuluh Nopember terus berkomitmen menjadi ruang edukasi sejarah yang relevan dan kontekstual bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia. Kunjungan SMA Lenterahati Lombok ini menegaskan bahwa museum bukan hanya tempat menyimpan artefak, tetapi juga ruang pembentukan identitas, karakter, dan nilai kebangsaan.

Melalui study tour bertema jejak santri dan ulama dalam pertempuran, para siswa mendapatkan pengalaman belajar yang utuh—menghubungkan sejarah perjuangan Surabaya dengan nilai spiritual, nasionalisme, dan karakter santri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

30 − 29 =
Powered by MathCaptcha

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70 − 67 =
Powered by MathCaptcha

error: Content is protected !!