Topi Kepi KNIL

Topi Kepi KNIL merupakan salah satu perlengkapan militer yang memiliki sejarah panjang dalam tradisi kemiliteran Eropa dan Hindia Belanda. Topi kepi pertama kali dipopulerkan oleh militer Prancis pada abad ke-19, sebelum kemudian diadopsi secara luas oleh berbagai angkatan bersenjata di Eropa. Salah satu pihak yang menggunakannya adalah Angkatan Darat Kerajaan Belanda (Koninklijke Landmacht), yang selanjutnya juga diterapkan oleh KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger) di wilayah Hindia Belanda.
Dalam konteks kolonial, topi kepi digunakan sebagai bagian dari seragam resmi prajurit KNIL, mencerminkan identitas, pangkat, serta kedisiplinan militer. Namun, seiring berkembangnya teknologi dan taktik perang pada awal abad ke-20, penggunaan topi kepi dalam pertempuran mulai ditinggalkan. Fungsinya digantikan oleh helm baja dan topi lapangan yang dinilai lebih praktis serta memberikan perlindungan lebih baik bagi prajurit di medan tempur.
Meski tidak lagi digunakan dalam pertempuran, topi kepi KNIL tetap dipertahankan dalam konteks seremonial, seperti upacara militer, jamuan resmi, dan kegiatan kedinasan tertentu. Hal ini menunjukkan pergeseran fungsi topi kepi dari perlengkapan tempur menjadi simbol tradisi dan kehormatan militer.
Koleksi Topi Kepi KNIL yang tersimpan di Museum Sepuluh Nopember Surabaya menjadi saksi sejarah perkembangan perlengkapan militer pada masa kolonial, sekaligus membantu pengunjung memahami dinamika perubahan dunia kemiliteran dari masa ke masa.
