Akademi Sejarah Muhammadiyah Kunjungi Museum HOS Tjokroaminoto, Maknai Semangat Kemerdekaan
Suasana bulan Kemerdekaan menjadi momentum bagi peserta Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) untuk kembali menelusuri jejak perjuangan bangsa. Pada Minggu (9/8/2026), rombongan Akademi Sejarah Muhammadiyah Nasional mengunjungi Museum HOS Tjokroaminoto di Jalan Peneleh Gang VII, Surabaya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ekskursi ASM 2026. Para peserta diajak mengenal lebih dekat salah satu rumah bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan pergerakan kebangsaan Indonesia.
Museum HOS Tjokroaminoto merupakan rumah kediaman H.O.S. Tjokroaminoto yang kini dilestarikan sebagai destinasi sejarah Kota Surabaya. Rumah tersebut juga menjadi ruang penting bagi berbagai aktivitas diskusi dan pergerakan tokoh-tokoh bangsa.
Selama berada di museum, rombongan mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung berbagai peninggalan dan ruang bersejarah yang masih terawat. Di antaranya kamar HOS Tjokroaminoto, ruang yang pernah digunakan sebagai tempat tinggal Soekarno, serta berbagai koleksi yang menggambarkan kehidupan dan aktivitas pada masa perjuangan.
Kunjungan tersebut memberikan kesan mendalam bagi rombongan. Mereka mengapresiasi kondisi rumah yang masih terjaga dan dilestarikan sehingga generasi saat ini dapat merasakan secara langsung atmosfer tempat yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.
Bagi peserta, mengunjungi situs sejarah bukan sekadar melihat benda-benda peninggalan masa lalu. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami kembali nilai perjuangan, keteladanan tokoh bangsa, serta semangat kemerdekaan yang diwariskan kepada generasi penerus.
Momentum bulan Kemerdekaan juga menjadi pengingat bahwa menjaga sejarah merupakan tanggung jawab bersama. Jejak perjuangan yang masih tersisa, termasuk rumah-rumah tokoh dan bangunan bersejarah di Kota Surabaya, perlu terus dirawat agar tidak kehilangan makna dan konteks sejarahnya.

Rombongan Akademi Sejarah Muhammadiyah berharap semakin banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian situs-situs sejarah, khususnya di Surabaya. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, komunitas, akademisi, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas dinilai penting agar warisan sejarah tetap terjaga dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.
“Merawat jejak sejarah bukan hanya menjaga bangunan dan benda peninggalan, tetapi juga menjaga ingatan, nilai perjuangan, dan keteladanan yang terkandung di dalamnya.”

Kunjungan ke Museum HOS Tjokroaminoto akhirnya menjadi bagian penting dari perjalanan ASM dalam menjelajahi sejarah Surabaya. Dari jejak para tokoh bangsa, peserta diajak untuk memaknai kembali arti kemerdekaan sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga warisan sejarah Indonesia.
