KIR An-Nur MAN 1 Kota Kediri Laksanakan Observasi Ilmiah Sainstek dan Sosial Humaniora di Museum 10 November Surabaya
Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) An-Nur MAN 1 Kota Kediri melaksanakan kunjungan edukatif ke Museum 10 November Surabaya sebagai bagian dari kegiatan observasi ilmiah yang mengintegrasikan kajian Sains dan Teknologi (Sainstek) serta Sosial Humaniora (Soshum). Kegiatan ini didampingi oleh pembimbing KIR, Bapak Moch. Ahwi Saras, yang mengarahkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan observasi, analisis, dan penyusunan karya tulis ilmiah berbasis data lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memandang museum tidak hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran multidisiplin yang menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, sejarah, dan budaya dalam satu objek kajian.
Dari perspektif Sosial Humaniora, para siswa mempelajari sejarah perjuangan bangsa, perkembangan sosial budaya di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, serta nilai-nilai nasionalisme yang terkandung dalam peristiwa Pertempuran 10 November. Berbagai koleksi museum menjadi sumber belajar untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat pada masa perjuangan kemerdekaan.
Sementara itu, dari sisi Sains dan Teknologi, siswa melakukan observasi terhadap teknik konservasi koleksi bersejarah berbahan logam, seperti senjata dan meriam, serta dokumen-dokumen tua, termasuk contoh naskah ultimatum Inggris. Mereka juga mempelajari penerapan teknologi dalam penyajian edukasi museum, seperti sistem tata suara yang memutar rekaman pidato Bung Tomo, diorama interaktif, hingga tata pencahayaan (lighting) yang mendukung visualisasi sejarah. Pengamatan ini memberikan gambaran mengenai efektivitas integrasi teknologi modern dalam merekonstruksi peristiwa masa lalu sehingga lebih menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda.

Melalui kegiatan observasi ini, siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menghubungkan konsep-konsep ilmu pengetahuan alam dan teknologi dengan fenomena sosial budaya dalam satu kajian yang terpadu. Hasil observasi selanjutnya akan dikembangkan menjadi Laporan Karya Tulis Ilmiah (KTI) sesuai dengan minat dan bidang kajian masing-masing. Siswa dapat menyusun penelitian deskriptif kuantitatif maupun kualitatif pada bidang Sosial Humaniora, serta kajian eksperimental atau analitis terkontrol pada bidang Sains dan Teknologi.

Pembimbing KIR An-Nur MAN 1 Kota Kediri, Bapak Moch. Ahwi Saras, menyampaikan bahwa kegiatan observasi lapangan seperti ini menjadi sarana penting dalam menumbuhkan budaya riset di kalangan peserta didik. Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dilatih berpikir kritis, melakukan analisis ilmiah, serta menyusun karya tulis yang berbasis fakta dan data.

Kunjungan ilmiah ke Museum 10 November Surabaya diharapkan mampu menyalakan kembali semangat nasionalisme sekaligus memperkuat budaya literasi dan penelitian di lingkungan madrasah. Dengan memadukan pendekatan Sainstek dan Sosial Humaniora, peserta didik diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui karya ilmiah, pendidikan, inovasi, maupun aksi nyata sebagai generasi yang berkarakter, berprestasi, dan cinta tanah air.
