K’Tut Tantri; Perempuan dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Momentum International Women’s Day menjadi pengingat akan peran besar perempuan dalam berbagai perjuangan di seluruh dunia. Dalam sejarah Indonesia, salah satu kisah yang menarik datang dari seorang perempuan asing yang memilih berdiri di sisi rakyat Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan. Ia adalah K’Tut Tantri, perempuan kelahiran Skotlandia yang dikenal karena keberanian dan keterlibatannya dalam membantu perjuangan bangsa Indonesia.
K’Tut Tantri memiliki nama asli Muriel Stuart Walker, yang kemudian juga dikenal sebagai Muriel Pearson. Ia datang ke Indonesia pada tahun 1930-an dan akhirnya menetap di Bali. Kehidupannya berubah ketika ia diangkat sebagai anak oleh keluarga kerajaan Bali dan diberi nama K’Tut Tantri.
Dalam tradisi Bali, kata “K’Tut” merujuk pada anak keempat dalam urutan keluarga. Sejak saat itu, ia tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat Bali, tetapi juga mulai memahami kehidupan rakyat Indonesia yang saat itu masih berada di bawah tekanan kolonialisme.
Pengalaman hidup di Bali membuatnya menyaksikan secara langsung berbagai ketimpangan sosial dan politik yang dialami masyarakat. Ia melihat bagaimana kekayaan alam Indonesia dimanfaatkan oleh kekuatan kolonial, sementara banyak rakyat hidup dalam keterbatasan. Pengalaman tersebut menumbuhkan empati dan mendorongnya untuk berdiri bersama rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Perannya tidak sebatas simpati, tetapi juga melalui tindakan penuh risiko. Dalam berbagai kesempatan, ia terlibat dalam kegiatan bawah tanah untuk membantu para pejuang. Ia pernah menyamar sebagai seorang pelukis untuk memperoleh informasi dari pihak Jepang pada masa pendudukan. Selain itu, ia juga membantu menyelundupkan senjata bagi para pejuang kemerdekaan di Bali serta memberikan bantuan kepada para tahanan dan keluarga korban perang menggunakan dana yang berhasil ia kumpulkan.
Perjuangannya berlangsung sejak masa pendudukan Jepang hingga setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dalam periode tersebut, ia terlibat aktif di berbagai wilayah seperti Bali, Jawa, dan Surabaya. Keterlibatannya bahkan meluas hingga jaringan internasional seperti Singapura dan Australia.
Salah satu peran penting K’Tut Tantri terjadi ketika ia terlibat dalam siaran Radio Pemberontakan di Surabaya. Radio ini digunakan para pejuang untuk menyebarkan semangat perjuangan kepada rakyat Indonesia sekaligus memperkenalkan kondisi perjuangan kemerdekaan kepada dunia internasional. Melalui siaran tersebut, ia menyuarakan situasi perjuangan Indonesia kepada dunia luar. Karena perannya dalam siaran radio tersebut, media asing kemudian menjulukinya sebagai “Surabaya Sue.”
Perjuangan K’Tut Tantri juga melampaui batas wilayah Indonesia. Dengan jaringan internasional yang dimilikinya, ia membantu memperkenalkan perjuangan kemerdekaan Indonesia kepada masyarakat dunia serta membuka dukungan kemanusiaan dari berbagai organisasi internasional.
Kisah hidup dan pengalaman perjuangannya kemudian ia tuangkan dalam sebuah buku berjudul Revolt in Paradise. Buku ini menjadi salah satu catatan penting mengenai perjuangan rakyat Indonesia dari sudut pandang seorang saksi asing yang terlibat langsung di dalamnya.
Meski kontribusinya cukup besar, nama K’Tut Tantri tidak selalu tercatat secara luas dalam narasi sejarah Indonesia. Namun kisahnya tetap menjadi bukti bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia juga mendapat dukungan dari sahabat-sahabat dari berbagai bangsa.
K’Tut Tantri pernah mengatakan bahwa dirinya hanyalah “setetes air di lautan besar perjuangan.” Meski demikian, setetes air tersebut tetap menjadi bagian dari gelombang besar yang membawa Indonesia menuju kemerdekaan. Kisahnya mengingatkan kita bahwa keberanian, empati, dan solidaritas dapat melampaui batas negara, dan bahwa perjuangan perempuan dapat hadir dalam berbagai bentuk, bahkan dari tempat yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Disusun Oleh:
– Dini Amalia Putri – 23041184279
– Widia Aulia Naylawati – 23041184496
– Nathania Abigael Kurniadi – 23041184191
– Nibras Safi Sabrina – 23041184439
– Nailah Ayudia Faizzah – 23041184185
