Kunjungan Ekstrakurikuler Jurnalistik SD Muhammadiyah 24 di Museum Pendidikan Surabaya

Kali ini, Museum Pendidikan Surabaya menerima kunjungan dari siswa ekstrakurikuler jurnalistik SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Para siswa datang untuk belajar sejarah sekaligus praktek wawancara secara langsung.
Sebanyak 14 siswa dan 1 guru pendamping ekstrakurikuler hadir dalam kegiatan ini. Peserta diajak berkeliling museum bersama pemandu untuk mengenal berbagai koleksi dan perkembangan sistem belajar di Indonesia dari masa ke masa.
Selain belajar sejarah, kunjungan ini menjadi bagian dari praktik ekstrakurikuler jurnalistik. Para siswa mendapat tugas melakukan wawancara langsung dengan pemandu museum menggunakan topik-topik yang lebih beragam dan mendalam. Tidak hanya mengenai koleksi museum, mereka juga menggali informasi terkait tahun berdirinya museum, fungsi bangunan sebelum menjadi museum, cara merawat koleksi, hingga asal-usul koleksi. Melalui tugas tersebut, para siswa dilatih untuk lebih kreatif dalam menyusun pertanyaan dan menggali informasi selama praktik jurnalistik berlangsung.

“Kakak-kakaknya baik, jadi gak takut wawancara,” ujar Vina dan Hurin, salah satu siswa peserta kunjungan.
Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi siswa karena dapat belajar langsung di luar kelas. Sebagai salah satu destinasi wisata edukasi, Museum Pendidikan Surabaya juga mendukung kegiatan praktik lapangan seperti jurnalistik dan observasi sejarah. Kunjungan SD Muhammadiyah 24 Surabaya ini menjadi contoh bagaimana museum dapat menjadi tempat belajar yang inspiratif dan menyenangkan.

Tinggalkan Balasan