SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Belajar IPAS dan Kesenian di Museum 10 Nopember

Sebanyak 243 siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas di Museum 10 Nopember Surabaya, Selasa, 28 Januari 2026. Kunjungan ini dipimpin oleh Bu Etik, salah satu guru pendamping, dengan tujuan mengintegrasikan Mata Pelajaran IPAS dan Kesenian melalui pengalaman belajar langsung di ruang museum.
Museum 10 Nopember dipilih karena dinilai mampu menghadirkan pertemuan nyata antara teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik di lapangan. Tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, museum ini berfungsi sebagai laboratorium hidup yang membantu siswa memahami peristiwa sejarah, ilmu pengetahuan sosial, serta ekspresi seni dalam konteks perjuangan bangsa.

Selama kunjungan, para siswa diajak menyusuri ruang pamer yang menggambarkan Peristiwa Pertempuran Surabaya 10 Nopember 1945. Melalui diorama statis dan visual, anak-anak dapat membayangkan suasana peperangan secara lebih nyata, lengkap dengan emosi dan dinamika yang terjadi pada masa itu. Visualisasi dramatis tersebut membantu siswa memahami sejarah tidak hanya sebagai cerita, tetapi sebagai pengalaman manusia yang penuh makna.
Dalam pembelajaran Kesenian, siswa juga dikenalkan pada seni sebagai media penyampai pesan. Salah satu contoh yang dipelajari adalah bangunan Monumen Tugu Pahlawan yang berbentuk paku terbalik. Bentuk tersebut dimaknai sebagai simbol perlawanan, bahwa setiap penjajah yang datang ke Indonesia akan “terluka” oleh semangat perjuangan rakyat. Selain itu, relief-relief pada dinding museum turut menjadi sarana visual untuk memahami urutan peristiwa sejarah secara runtut dan artistik.
Kunjungan edukatif ini memperkuat peran Museum 10 Nopember sebagai ruang belajar yang inklusif, kontekstual, dan inspiratif bagi generasi muda, khususnya dalam menumbuhkan pemahaman sejarah, kepekaan seni, serta semangat kebangsaan sejak dini.

Tinggalkan Balasan