Hari Pendidikan Nasional: Evolusi Alat Pendidikan Dulu dan Sekarang

Hari Pendidikan Nasional, menjadi momen yang tepat untuk mengenang seberapa jauh dunia pendidikan di Indonesia berkembang. Seperti yang diketahui, sistem belajar saat ini jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Bahkan dari suatu hal yang paling sederhana yakni alat yang digunakan oleh siswa-siswi di masa lalu.

Dulu, segala sesuatu masih dilakukan secara manual, namun semakin kita menyadari adanya evolusi yang membuat sesuatu dapat dilakukan secara cepat. Menariknya, meskipun bentuk dan cara penggunaannya berubah namun fungsi dasar dan tujuannya tetap sama. 

Berikut beberapa alat belajar yang digunakan pada zaman dahulu dan padanannya di era modern:

1. Sabak -Tablet

Dulu, tidak semua siswa memiliki buku tulis. Karena harga buku tulis yang mahal, siswa jaman dulu menggunakan Sabak sebagai pengganti buku tulis. 

Sabak dapat digunakan berulang kali dengan menghapus permukaan Sabak jika sudah penuh dengan tulisan. Siswa jaman dulu terbiasa menghafal pelajaran yang ditulis karena tidak bisa menyimpan tulisan seperti saat ini.

Sekarang, sudah tersedia alat canggih seperti Tablet untuk menunjang pembelajaran siswa. Bedanya, Tablet tidak hanya untuk menulis namun juga dapat menyimpan tulisan, menampilkan video, dan melakukan hal lainnya untuk mempermudah pembelajaran siswa di era modern.

2. Grip – Stylus Pen

Jika Sabak merupakan medianya, maka Grip adalah alat pendukungnya. Grip merupakan sebuah batu yang dibentuk seperti pensil yang berguna untuk menulis diatas Sabak. 

Grip merupakan pasangan Sabak, siswa jaman dahulu menggunakan kedua alat ini secara bersamaan untuk mencatat pelajaran. Penggunaannya, ujung Grip digoreskan ke atas permukaan Sabak seperti menggunakan pensil pada umumnya. 

Tidak jauh berbeda, di masa kini Tablet dihadirkan dengan Stylus Pen sebagai pelengkap. Meskipun Tablet masih bisa digunakan tanpa Stylus Pen, namun penggunaan Stylus Pen sangat berguna agar kegiatan mencatat dan menggambar lebih detail dan rapi. 

3. Mesin Tik – Komputer

Pada pertengahan abad ke-20, mesin tik menjadi alat penting yang digunakan di dunia pendidikan Indonesia. Keterampilan mengetik sangat penting bagi siswa khususnya sekolah kejuruan untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja khususnya dibidang administrasi dan sekretariat.

Maka dari itu, banyak sekolah kejuruan memasukkan pelajaran mengetik sebagai bagian dari kurikulum. Siswa diajarkan teknik mengetik sepuluh jari untuk melatih kecepatan dan ketepatan tanpa melakukan kesalahan. Hal ini penting karena mesin tik bekerja dengan cara menekan tinta langsung ke kertas. Jika terjadi kesalahan pengetikan, tulisan tidak dapat diperbaiki dan harus diganti dengan kertas baru

Saat ini, mesin tik telah tergantikan oleh alat yang lebih modern seperti komputer atau laptop. Meskipun sama-sama digunakan untuk mengetik, komputer jauh lebih efisien karena tidak memerlukan banyak kertas saat terjadi kesalahan. Dengan adanya layar digital dan fitur “hapus”, pengguna dapat memperbaiki tulisan tanpa harus mengulang dari awal atau membuang kertas.

4. Stensil Manual – Mesin Fotokopi

Sebelum adanya mesin fotokopi, para guru memanfaatkan mesin stensil manual untuk menggandakan dokumen sebagai bahan pembelajaran.

Mesin stensil manual memiliki bentuk dan cara kerja yang berbeda dengan mesin fotokopi modern, meskipun fungsi utamanya tetap sama, yaitu menggandakan dokumen. Proses penggunaannya masih mengandalkan tenaga manusia dengan memutar engkol, sementara pencetakan dilakukan menggunakan tinta yang ditekan melalui lembar cetakan (sheet) untuk menghasilkan salinan.

Berbeda dengan mesin fotokopi yang sudah menggunakan tenaga listrik dan sistem otomatis, sehingga mampu menyalin dokumen dengan lebih cepat dan praktis. Meskipun memiliki fungsi yang sama dengan mesin stensil manual, hasil yang dihasilkan pun berbeda, karena mesin fotokopi modern umumnya tidak lagi menggunakan tinta cair seperti pada mesin stensil manual.

5. Pena Celup – Ballpoint

Pena ini merupakan alat tulis yang digunakan untuk kegiatan menulis di sekolah, terutama ketika penggunaan kertas dan buku tulis mulai berkembang.

Alat ini memiliki ujung logam yang harus dicelupkan ke tinta, sehingga penggunaannya menuntut ketelitian dan kontrol tangan yang baik. Karena itu, praktik penggunaan pena celup di sekolah juga melatih kerapian tulisan. Namun, alat ini kurang efisien karena siswa harus berulang kali mencelupkan pena ke tinta saat menulis.

Berbeda dengan saat ini yang sudah menggunakan bolpoin yang lebih efisien dan praktis karena memiliki tinta di dalamnya. Dengan keunggulan tersebut, siswa dapat menulis dengan lebih mudah tanpa perlu mengisi ulang tinta secara manual, sehingga proses belajar menjadi lebih cepat.

Di momen Hari Pendidikan Nasional, kita diingatkan bagaimana alat-alat pendukung pendidikan di Indonesia terus beradaptasi dan berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Apa yang dulu terasa serba manual dan kurang efisien, kini menjadi cikal bakal hadirnya alat-alat yang lebih praktis dan modern. Dari sini dapat dilihat bahwa kemudahan belajar yang dirasakan saat ini tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan hasil dari perkembangan panjang yang terus berlanjut dari masa ke masa.

Sumber: 

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!